Puisi – Jejak

Ketika kampungku telah menjadi cahaya baru tersendiri, di sinilah tempat yang sering kuingat
1
143
Reading Time: < 1 minute

 

Jejak

Tentang jejak
Dalam bayang-bayang bulan
Pekat ketika relung cahaya telah menghilang
Dan pundak elang yang samar-samar menghilang dari langit
Dalam denyut nadi belalang sembah
Ketika kampungku telah menjadi cahaya baru tersendiri, di sinilah tempat yang sering kuingat

Ada rajutan samudera merambat
Di jalur sejarah, di tenun dengan sentuhan
Bunga kerang kecil, pewarna nila yang berseri-seri di keranjang bambu.

Aku mencari rumput panjang
mereka muncul di pantai.
Mencoba merasakan sesuatu dari pertemuan itu.

Memang
Ini hanya kenangan
Jejak yang jauh maupun dekat dari mereka yang hidup dan merasa
Tertawa di tengah-tengah orang-orang yang datang
Memegang kesunyian saat itu, ketika aku menatap dengan heran, pada retakan kanvas lukisan,
seperti menarik dengan hati-hati, kulit yang menempel dari buah musim hujan.

Aku ingat saat-saat ini
Bukan karena terpana pada mimpi agung
Tapi dari sesuatu yang pernah aku ketahui,
Dari tempat kecil, dimana tangan anakku,
Disembunyikan dengan hangat di dalam genggamanku.

1 comment

Leave a reply