teman palsu

Tamu Palsu di Pernikahan Korea

Sedert die vroeë 2000's is daar 'n tradisie in die Koreaanse troukultuur om vals troue te huur
1
53
Leestyd: 3 minute

Die lentetyd is hier. Wanneer 'n verloofde egpaar in Suid-Korea hul spesiale dag voorberei, terwyl vals troue gaste op soek is na hul deeltydse werk.

Vir diegene van u wat nie vertroud is met wat die deeltydse werk van vals huweliksgaste is nie, wat dit regtig is? Dit is individue wat gehuur word om buitelanders se huwelike by te woon en as bruide of bruidegomvriende voor te hou.

Daar word gewoonlik van hierdie vals gaste verwag om hul kliënte se persoonlike inligting te memoriseer, insluitend die naam, ouderdom, loopbaan, en familieverhoudinge voor die troue. Na die tyd aanbreek, in die huweliksaal, hulle koördineer en bewonder die rok van die bruid. Maar, Hierdie vals vriende is geneig om nie aan fotosessies deel te neem nie, sodat hulle nie op die huweliksalbum verskyn nie.

Daar word ook van hierdie vals vriende verwag om koeverte met gelukwensingsgeld aan die pasgetroudes te gee. Hierdie koeverte word gewoonlik vooraf voorberei deur die bruid of die persoon wat verantwoordelik is by die gaste-inklokafdeling. Na die seremonie, hierdie vals gaste het in die geheim hul betaling geneem en afskeid geneem van die bruid.

Sedert die vroeë 2000's is daar 'n tradisie in die Koreaanse troukultuur om vals troue te huur. Ada ratusan agensi tamu pernikahan dan forum internet yang memberikankarakterkepada pengantin untuk menghadiri hari pernikahan mereka. Beberapanya bahkan menawarkan orang tua palsu atau kerabat jauh palsu jika acara tersebut membutuhkannya.

Salah satu agen tamu pernikahan, Hagaek Friends, mengatakan kepada Korea Times bahwa alasan utama orang mencari tamu palsu paruh waktu adalah karena para pasangan ini hanya memiliki sedikit teman untuk menghadiri pernikahan. Sekitar 70 persen klien adalah pengantin wanita yang sadar diri tentang tamu lain yang bergosip tentang kurangnya hubungan pribadi mereka.

Orang-orang tidak ingin terlihat seolah-olah mereka tidak memiliki hubungan dekat dengan teman-teman,” kata Lee Mi-young, kepala Hagaek Friends. “Ook, seorang pengantin wanita mencari tamu palsu ketika jumlah tamunya tampaknya lebih kecil dari jumlah pengantin pria, en omgekeerd, karena jumlah tamu sering dianggap sebagai kekuatan atau kehormatan keluarga.

Klien lainnya termasuk orang-orang yang bersekolah di luar negeri dan mereka yang menikah di luar kota asalnya.

Beveel plasings aan

Terlepas dari alasan klien untuk mempekerjakan tamu palsu, agensi tamu pernikahan memberikan foto tamu palsu mereka di situs web mereka. Dengan melihat foto-foto yang ada, pengantin dapat memilih tamu palsu yang sesuai dengan peran teman drama mereka. Tentu saja, pekerja tamu palsu yang dianggap sangat tampan atau cantik cenderung mendapat pesanan lebih banyak, karena klien lebih suka memiliki teman yang tampan, bahkan jika teman-teman itu tidak nyata adanya alias palsu.

Mayoritas pekerja tamu palsu adalah pekerja kantor berusia 20-an atau 30-an. Karena sebagian besar pernikahan diadakan selama akhir pekan, para tamu palsu ini menghadiri pernikahan sebagai pekerjaan sambilan sambil mengerjakan pekerjaan korporat mereka selama hari kerja. Menurut Korea Times, upah tamu palsu adalah sekitar 20.000 hingga 30.000 won (US $ 18-27 atau sekitar Rp. 250.000 hingga Rp. 380.000) per pernikahan.

Dalam sebuah artikel opini di outlet media Korea Oh My News, seorang tamu palsu anonim menulis bahwa tugasnya bervariasi tergantung pada apakah kliennya adalah pengantin pria atau wanita.

“Jika klien adalah pengantin pria, biasanya tidak banyak yang diminta. Dia biasanya akan meminta anda untuk hanya masuk dan bertindak sebagai teman atau rekan kerja dan tinggal di sana untuk berfoto di akhir upacara, ia menambahkan bahwa pengantin wanita biasanya lebih banyak menuntut.

Dia mengungkapkan bahwa beberapa pengantin meminta tamu pernikahan pria dan wanita untuk berpura-pura menjadi pasangan untuk membuat sandiwara menjadi lebih meyakinkan.

Pernikahan modern tidak lagi tentang memberi selamat pada awal baru dari pasangan pengantin tetapi sudah menjadi sebuah ‘pertunjukanwajib yang harus dipertontonkan oleh pasangan baru demi pamer kepada orang lain. Itu kenyataan yang membuat pekerjaan seperti tamu pernikahan palsu ini menjadi perlu.

Meskipun pernikahan Korea modern telah menjadi lebih dari acara sosial daripada acara keluarga dalam beberapa tahun terakhir, tamu palsu menyatakan bahwa beberapa dari mereka benar-benar menikmati menghadiri pernikahan dan memberi selamat kepada pasangan karena memulai babak baru dalam hidup mereka.

“Ketika bekerja, saya bertemu orang-orang hanya untuk uang dan orang lain yang memberi energi positif untuk memberi selamat kepada seseorang. Saya menjadi bagian yang terakhir, itulah sebabnya saya mengeluarkan baju saya di setiap akhir pekan, ”katanya. “Tetapi saya berpikir bahwa masyarakat kita akan menjadi tempat yang jauh lebih baik jika kita semua bisa belajar sedikit membebaskan hati kita untuk benar-benar memberi selamat pada hari istimewa bagi orang yang kita cintai.Tutup tamu palsu anonim tersebut.

*Di susun dari berbagai sumber berikut;
http://koreajoongangdaily.joins.com/news/article/Article.aspx?aid=2054220
http://www.koreatimes.co.kr/www/news/nation/2009/10/117_22416.html
http://netizenbuzz.blogspot.com/2015/03/agencies-provide-fake-wedding-guests.html
http://news.nate.com/view/20150322n04993?mid = n1006

 

 

1 comment

Leave a reply