teman palsu

Tamu Palsu di Pernikahan Korea

Mempekerjakan tamu pernikahan palsu telah menjadi tradisi lama dalam budaya pernikahan Korea sejak awal tahun 2000-an
1
40
Reading Time: 3 minutes

Musim pernikahan musim semi ada di sini. Saat pasangan yang bertunangan di Korea Selatan mempersiapkan hari istimewa mereka, sementara tamu palsu pernikahan sedang mencari-cari pekerjaan paruh waktu mereka.

Bagi anda yang tidak terbiasa dengan apa yang menjadi pekerjaan paruh waktu para tamu palsu pernikahan, apa itu sebenarnya? Mereka adalah individu yang disewa untuk menghadiri pernikahan orang asing dan berpose sebagai teman pengantin perempuan atau laki-laki.

Tamu palsu ini biasanya diharuskan untuk menghafal informasi pribadi klien mereka, termasuk namanya, umur, karier, dan hubungan keluarga sebelum acara pernikahan. Setelah waktunya tiba, di ruang pernikahan, mereka berkoordinasi dan mengagumi gaun pengantin wanita. Namun, teman-teman palsu ini cenderung tidak bergabung dalam sesi foto agar tidak diabadikan dalam album pernikahan.

Para teman palsu ini juga diharapkan untuk memberikan amplop berisi uang ucapan selamat kepada pengantin baru. Amplop-amplop ini biasanya disiapkan terlebih dahulu oleh pengantin wanita atau orang yang bertanggung jawab di bagian check-in tamu. Setelah upacara, para tamu palsu ini diam-diam mengambil pembayaran mereka dan mengucapkan selamat tinggal kepada sang pengantin.

Mempekerjakan tamu pernikahan palsu telah menjadi tradisi lama dalam budaya pernikahan Korea sejak awal tahun 2000-an. Ada ratusan agensi tamu pernikahan dan forum internet yang memberikan “karakter” kepada pengantin untuk menghadiri hari pernikahan mereka. Beberapanya bahkan menawarkan orang tua palsu atau kerabat jauh palsu jika acara tersebut membutuhkannya.

Salah satu agen tamu pernikahan, Hagaek Friends, mengatakan kepada Korea Times bahwa alasan utama orang mencari tamu palsu paruh waktu adalah karena para pasangan ini hanya memiliki sedikit teman untuk menghadiri pernikahan. Sekitar 70 persen klien adalah pengantin wanita yang sadar diri tentang tamu lain yang bergosip tentang kurangnya hubungan pribadi mereka.

“Orang-orang tidak ingin terlihat seolah-olah mereka tidak memiliki hubungan dekat dengan teman-teman,” kata Lee Mi-young, kepala Hagaek Friends. “Juga, seorang pengantin wanita mencari tamu palsu ketika jumlah tamunya tampaknya lebih kecil dari jumlah pengantin pria, dan sebaliknya, karena jumlah tamu sering dianggap sebagai kekuatan atau kehormatan keluarga.”

Klien lainnya termasuk orang-orang yang bersekolah di luar negeri dan mereka yang menikah di luar kota asalnya.

Recommend Posts

Terlepas dari alasan klien untuk mempekerjakan tamu palsu, agensi tamu pernikahan memberikan foto tamu palsu mereka di situs web mereka. Dengan melihat foto-foto yang ada, pengantin dapat memilih tamu palsu yang sesuai dengan peran teman drama mereka. Tentu saja, pekerja tamu palsu yang dianggap sangat tampan atau cantik cenderung mendapat pesanan lebih banyak, karena klien lebih suka memiliki teman yang tampan, bahkan jika teman-teman itu tidak nyata adanya alias palsu.

Mayoritas pekerja tamu palsu adalah pekerja kantor berusia 20-an atau 30-an. Karena sebagian besar pernikahan diadakan selama akhir pekan, para tamu palsu ini menghadiri pernikahan sebagai pekerjaan sambilan sambil mengerjakan pekerjaan korporat mereka selama hari kerja. Menurut Korea Times, upah tamu palsu adalah sekitar 20.000 hingga 30.000 won (US $ 18-27 atau sekitar Rp. 250.000 hingga Rp. 380.000) per pernikahan.

Dalam sebuah artikel opini di outlet media Korea Oh My News, seorang tamu palsu anonim menulis bahwa tugasnya bervariasi tergantung pada apakah kliennya adalah pengantin pria atau wanita.

“Jika klien adalah pengantin pria, biasanya tidak banyak yang diminta. Dia biasanya akan meminta anda untuk hanya masuk dan bertindak sebagai teman atau rekan kerja dan tinggal di sana untuk berfoto di akhir upacara, ia menambahkan bahwa pengantin wanita biasanya lebih banyak menuntut.

Dia mengungkapkan bahwa beberapa pengantin meminta tamu pernikahan pria dan wanita untuk berpura-pura menjadi pasangan untuk membuat sandiwara menjadi lebih meyakinkan.

“Pernikahan modern tidak lagi tentang memberi selamat pada awal baru dari pasangan pengantin tetapi sudah menjadi sebuah ‘pertunjukan’ wajib yang harus dipertontonkan oleh pasangan baru demi pamer kepada orang lain. Itu kenyataan yang membuat pekerjaan seperti tamu pernikahan palsu ini menjadi perlu.

Meskipun pernikahan Korea modern telah menjadi lebih dari acara sosial daripada acara keluarga dalam beberapa tahun terakhir, tamu palsu menyatakan bahwa beberapa dari mereka benar-benar menikmati menghadiri pernikahan dan memberi selamat kepada pasangan karena memulai babak baru dalam hidup mereka.

“Ketika bekerja, saya bertemu orang-orang hanya untuk uang dan orang lain yang memberi energi positif untuk memberi selamat kepada seseorang. Saya menjadi bagian yang terakhir, itulah sebabnya saya mengeluarkan baju saya di setiap akhir pekan, ”katanya. “Tetapi saya berpikir bahwa masyarakat kita akan menjadi tempat yang jauh lebih baik jika kita semua bisa belajar sedikit membebaskan hati kita untuk benar-benar memberi selamat pada hari istimewa bagi orang yang kita cintai.” Tutup tamu palsu anonim tersebut.

*Di susun dari berbagai sumber berikut;
http://koreajoongangdaily.joins.com/news/article/Article.aspx?aid=2054220
http://www.koreatimes.co.kr/www/news/nation/2009/10/117_22416.html
http://netizenbuzz.blogspot.com/2015/03/agencies-provide-fake-wedding-guests.html
http://news.nate.com/view/20150322n04993?mid=n1006

 

 

1 comment

Leave a reply

Artikel Lainnya