Waktu Baca : 2 minutes

Berbagai asimilisi peradaban besar telah menghasilkan kelender Grogerian yang kita pakai sampai saat ini dalam membuat standar waktu manusia dalam pembagian bilangan tahun sampai dengan 1 hari adalah 24 jam, mulai dari nama nama bulan dan hari dari dewa dewa yunani, kemudian pengaruh Bangsa Babilonia dan Bangsa Mesir, serta Bangsa Anglo Saxon.

Secara teori fisika sendiri, dimensi waktu merupakan dimensi ke empat dari keberadaan ruang, dan para ahli telah mencoba menyederhanakan pemahamam kita terhadap terhadap konsep ruang waktu dalam ilmu kosmologi, sampai dengan terjadinya teori terjadinya alam semesta berupa ledakan dasyat atau teori bigbang.

Merujuk pada waktu dunia yang kita pahami sekarang, kita mencoba mendefinisikan keberadaan dan existensi dalam perbedaan kata, sehingga muncul kata menyesal yang mengartikan terjadi sesudah sesuatu kejadian atau moment yang melahirkan harapan sebagai jalan baru.

Menyesal mendeskripsikan rasa emosional akan keterbatasan manusia dalam menerjemahkan aksi dan dampak dari perilaku dan kegiatan terkini, sehingga semua akibat dari sebab yang berdiri sendiri atau rentetan dari perilaku dan aktivitas pada keberadaan kita adalah posisi masa lalu.

Berada pada waktu yang sudah kita lalui atau masa lampau memuncul rasa ingin memperbaiki semua kesalahan dan jalan yang telah kita tempuh sebagai sebuah bentuk rasa yang lahir dari hati bukan akal.

Hati telah menuntun kita untuk sadar bahwa kita diposisi tunduk dan menyerah dari ketidak mampuan yang dilabeli dengan penyesalan, sehingga lahirlah harapan sebagai bentuk perbaikan dalam amanat konsistensi dan terus menerus memperbaiki diri menjadi manusia yang kaffah.

Hope, penguat bathin dan pelecut semangat dari hati yang goyah akan hidup, sementara  pemberi hidup tidak pernah menutup mata dan selalu menerima penyesalan kita sebagai hamba yang lemah.

Harapan takkan tersia sia bila ikhtiar dan doa senantiasa kita panjatkan. Berusaha untuk terus berbuat yang terbaik agar hari ini lebih baik dari hari kemarin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *