Waktu Baca : 2 minutes
Mungkin sudah digariskan, masalah akan terus datang dalam hidup. Persoalan yang harus dibereskan akan memaksa kita belajar banyak dari hidup. Belajar maklum, belajar menerima bahwasanya kita sebagai manusia ada khilaf dan salah, sehingga setiap peristiwa itu mengembalikan awareness kita sebagai seorang insan yang banyak kelemahan. 
Sadar akan hal itu, kita membutuhkan manusia lain, baik sahabat, keluarga dan penasehat agar selalu berjalan di rel yang benar. Mereka yang selalu mendampingi kita dalam setiap kondisi dan situasi tidak menjadikan kita lupa, peran dan sumbangsih dari ide, pemikiran dan bantuan mampu menjadikan kita sosok baru baik sebagai pemimpin atau pengikut dalam dinamika sosial kemasyarakatan.
Pemimpin dan Pengikut mungkin Punya dua karakteristik yang berbeda, Pemimpin visioner akan menjadikan pengikutnya sebagai kader militan dan siap bagaimana menjadi the next leader.

Bicara tentang Pemimpin, masing masing kita adalah pemimpin. Secara pribadi kita harus punya kemampuan manajerial baik, mengelola waktu dan kepentingan serta kebutuhan sehingga pribadi-pribadi yang baik akan memunculkan masyarakat secara sosial dapat diandalkan. 
Dalam kontek kelompok dan masyarakat, jabatan pemimpin adalah Amanah. Sebuah Pertanggungjawaban dalam bentuk capaian dan hasil dituntut untuk menyelesaikan amanat dan mandat.
Terlepas dari pemimpin itu dilahirkan atau diciptakan, ada beberapa hal yang menyebabkan Amanah tersebut tidak pernah selesai, diantaranya :
1. Tidak ada cross cek berita yang sampai.
Setiap kabar  membutuhkan cross cek walaupun disampaikan oleh orang orang kepercayaan, karena berita muncul dari sudut pandang yang berbeda, berkaitan dengan emosi dan cara berpikir. Selalu melihat dari dua sisi yang bersebrangan akan memberi pemahaman yang utuh dari sebuah berita yang sampai, sehingga keputusan dan kebijaksanaan tidak berat sebelah.
2. Wewenang dan Kekuasaan yang tanpa batasan.
Setiap pemimpin akan terjebak dalam wewenang dan kekuasaan yang bisa merubah setiap keputusan dan tindak lanjut dari sebuah kebijakan. Luasnya wewenang dan Kekuasaan akan memunculkan rasa ego sebagai orang yang harus dihormati dan dihargai, dan menjerumuskan kita dalam memandang status sosial seseorang. Menempatkan diri sebagai manusia yang melayani bukan dilayani adalah solusi bijak dari menekan ego yang kerap muncul.
3. Kaderisasi tanggung.
Pemimpin dengan segala kelebihan dan kekurangannya tetap sebagai publik pigure yang menjadi panutan dari orang orang kepercayaannya dan pengikutnya, sehingga karakter tersebut menular dan mempengaruhi orang orang yang dipimpinnya. Ada Teladan yang ditularkan dan menjadikan mereka sebagai kader yang militan dan tangguh sebagai pengganti sosok pemimpin tersebut kedepan.
Selamat berjuang menjadi pemimpin besar baik untuk diri sendiri, komunitas, masyarakat, dan pemimpin rakyat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *