Panyot Abdya : Gerakan Meningkatkan Minat Baca Aceh

0
29
Reading Time: 4 minutes

Berawal dari sebuah artikel perihal angka indek literasi Tahun 2018 menurut World Culture Indeks, dimana Indonesia menempati urutan 60 dari 61 negara, segera saja terlintas gagasan untuk mendirikan Gerakan Literasi di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Dalam proses eksekusinya, kita membutuhkan waktu untuk mencari figur dengan jejak rekam relawan dan pegiat komunitas sehingga gagasan ini bisa segera ditindak lanjuti, Alhamdulillah, Selepas Shalat Jumat,  27 Juli 2018 bertempat di Keniyo Kafe, Susoh kita bersepakat duduk bersama membahas konsep dasar gerakan sampai dengan rencana taktisnya.

Dalam debat alot dengan Nita Juniarti (Pendiri Sigupai Membaco), Bambang Herlambang (Ketua Himpunan ESA STKIP Muhammadiyah Aceh Barat Daya), Rizky Rivaldi (Ketua Komisariat IMM STKIP Muhammadiyah) kita akhirnya menamakan Gerakan ini Panyot Abdya.

Penamaan Panyot tak terlepas dari identitas ke-Acehan yang artinya lampu minyak tanah, sebagai pelita penerang yang umumnya digunakan penduduk sebelum adanya aliran listrik kerumah rumah. Untuk melakapkan lokalitas dari Kabupaten “Breuh Sigupai” kita tambahkan Abdya di belakangnya.

Slogan yang kita pakai adalah Gerakan Meningkatkan Minat Baca Aceh, sebagai proses mulai dari dari kegiatan membaca adalah menumbuhkan minat terlebih dahulu, Aceh menjadi target tumbuhnya Panyot-panyot lain  di berbagai daerah dari aktivitas relawan Panyot Abdya yang berdiaspora dikemudian hari.

Sebagai sebuah gerakan dan bukan komunitas maka kita membutuhkan relawan relawan yang tidak terikat sehingga untuk proses rekrutmen membutuhkan penyebaran informasi via media sosial dan kita mengambil hastag Lets60read dengan penulisan go menjadi angka 60 dengan filosofi setiap orang minimal meluangkan waktu  60 menit untuk membaca perhari.

Dalam kegiatan perdana “Lapak Buku” , bergabungnya beberapa relawan penggerak memberi energi positif untuk memulai aksi literasi pada hari Kemerdekaan RI ke 73 di Lapangan Persada, pilihan tanggal dan harinya dirasakan tepat untuk menjadikan moment kemerdekaan sebagai langkah baru memerdekakan diri dari kebodohan dengan membaca.



Bupati dan Wakil Bupati Abdya berpose bersama penikmat Lapak buku dan relawan Penggerak


Sebenarnya kita hanya butuh pemantik dan wadah untuk menggerak ide dan gagasan menjadi tindakan nyata, dan sebagai sebuah gerakan, Panyot Abdya tidak punya struktur organisasi , anggotanya hanya para relawan yang mau bertindak bersama sama dan kita hanya butuh koordinator yang bersedia dalam menangani kegiatan lanjutan.

Dalam pergerakan, logo menjadi krusial adanya. Simbol Panyot dan Buku menjadi apik terlihat dengan siluet panyot di covernya, dan logo ini di desain langsung oleh salah seorang inisiator Panyot, Bambang Herlambang.

 

Inisiator Panyot Abdya : Rizky, Nita, Masri dan Bambang (dari kiri ke Kanan)


Dalam rapat perdana para Relawan untuk menyusun program kegiatan Panyot Abdya di Pantai Cemara, Susoh, muncul beberapa agenda kegiatan dalam dunia literasi :

  1. Lapak Buku          : Menyediakan lapak buku untuk dibaca umum pada hari hari tertentu dan di tempat tempat umum
  2. Donasi Buku         : Membuka open donasi untuk memperbanyak katalog buku milik Panyot Abdya
  3. Pustaka Kafe Panyot Abdya : Menyediakan Rak Baca di kafe kafe di Aceh Barat Daya dengan Buku Buku milik Panyot Abdya
  4. Cang Panah           : Kegiatan bincang santai dengan beberapa tokoh pegiat literasi
  5. Road to School     : Kegiatan kunjungan ke sekolah sekolah untuk gerakan literasi
  6. Kemping Literasi : Kegiatan kemping dengan konsep perkemahan yang di isi dengan kelas literasi
  7. Pameran Literasi : Kegiatan Pameran yang berkenaan dengan Literasi.

Selepas kegiatan Cang Panah Kreatif bersama Narasumber Nazah Shah Alam (vokalis Apache 13) dan Nita Juniarti pada September 2018, beberapa Relawan Penggerak disibukkan dengan kegiatan masing masing, sehingga nyaris selama 2 tahun Panyot Abdya tanpa aktivitas.

Panyot Abdya sendiri tidak eksklusif, akses terbuka lebar untuk menampung ide dan gagasan terkait literasi dari siapapun untuk kita wujudkan dalam nyata, bisa melalui WA Group maun akun Instagram @panyotabdya.

Semoga dengan hadirnya Panyot Abdya mampu memberikan sedikit kontribusi gerakan Literasi di Aceh untuk kemajuan anak anak bangsa.

 

Wassalam


Nantikan Agenda terbaru dari Panyot Abdya live Instagram .

 

 

 

Leave a reply

Artikel Lainnya