Waktu Baca : 2 minutes

Sebuah keyakinan akan menemukan jalan, Dasar inilah yang menggerakkan diri untuk berani memikul tanggung jawab  mendapat mandat dari FOSSBI Aceh sebagai Koordinator Daerah dalam Pelaksanaan Liga Pelajar U-12 Piala Menpora Tingkat Kabupaten Aceh Barat Daya.

Sebagai Ketua Pelaksana Kegiatan, ada beberapa catatan yang perlu jadi pembelajaran untuk diri sendiri.

1. Sistem itu Hirarki.
Menghargai dan melibatkan seseorang dengan sesuai dengan potensi dan kapasitas yang dimiliki adalah sesuatu yang rumit dan butuh kebijaksanaan, rumit karena karakteristik berbeda, faktor ekternal yang terkadang memaksa seseorang itu keluar dari rules yang sudah ada.
Sebuah pola antara aturan koordinasi dan sub koordinasi menjadi hirarki yang menuntut pelaku kegiatan akan kesolidan antar lini. Namun hirarki yang kaku menjadi sebuah momok tersendiri dalam sebuah sistem, karena yang bermain disana adalah ilmu manajemen manusia.
Tegas perlu tapi tidak menyerobot ranah kemanusiaan, dengan menjadi seseorang yang harus selalu didengar dan dipatuhi tanpa boleh ada kritik dan saran.

2. Follow up adalah bukti
Tindak lanjut kegiatan dari hasil pelaksanaan merupakan bukti sebuah kegiatan bukanlah kepingan yang terlepas dan berdiri sendiri tapi merupakan bagian besar dari pembinaan dan pembentukan karakter. Ada dampak besar dari hasil yang seharusnya dipikirkan dan dijajaki dalam scope yang lebih luas. Menjadi manusia yang berpikir besar bukan sibuk mengurus nasi bungkus.

3. Pengorbanan menjadi konsekuensi
Usaha membutuhkan pengorbanan secara materi dan waktu. Sehingga setiap pelaku yang terlibat selalu mengalami konflik antara berbuat untuk diri sendiri dan berbuat untuk orang banyak. Menghargai adalah komitmen yang harus ditegakkan dalam menyikapi setiap keputusan dan kebijakan yang kita ambil. Pengorbanan adalah konsekuensi secara tidak tertulis, tidak semua orang berani, karena manusia yang punya harapan sebagai dasar kepercayaan yang akan membentuk mental, motivasi dan berpikir positif yang berani untuk mengambil resiko tersebut.

4. Transparansi menggenggam kepercayaan
Setiap perbuatan dan usaha, kita butuh jujur akan penggunaan dana, strategi dan solusi.
Karena transparansi membuat kita lepas dari swaksangka dan pikiran kotor, sehingga ada ketenangan hati dalam berpikir dan berbicara lepas. Mungkin ada strategi dan solusi yang tertutup hanya untuk kalangan tertentu tidak untuk di publish.
Namun transparansi merupakan jurus ampuh untuk meredam semua fitnah dan pikiran sempit dari mereka yang tidak mengerti. Tidak transparan atau dengan kata lain ketidakjujuran atau kepalsuan yang dibalut dengan mulut manis, hanya melahirkan ketidakpercayaan.
Betapa ketidakpercayaan sebagai pelaksana sudah menjadi krisis di ruang lingkup kegiatan, ditambah dengan ketidakmampuan menahan diri karena kecenderungan mengambil posisi dan status sebagai “orang penting” malah makin memperumit keadaan, lebih parahnya bisa menjatuhkan martabat, dari seseorang yang harus di hargai menjadi pecundang.

Alhamdulillah, kegiatan yang diadakan di lapangan Persada Abdya, tanggal 4-5 Agustus 2017 berjalan lancar dan sukses.  Terimakasih atas seluruh kerjasama Panitia Pelaksana, Dandim 0101/Abdya, Panitia HUT 72 RI Abdya, Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Abdya, PSSI dan KONI Abdya, FOSSBI Abdya dan Persada.

Insya Allah, Tahun 2018. Kita sedang mencari sahabat yang punya minat dan visi yang sama dalam menyusun regulasi Liga U-12 Aceh Barat Daya. Agar Pembinaan Sepakbola Abdya dimulai dari Usia Dini dan Mengembalikan kejayaan Persada. Amien.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *