Waktu Baca : 2 minutes

  
Kenapa jarang silaturahmi setelah Mr. SF married ?, pertanyaan yang     dilontarkan seorang sahabat dekat yang sudah lama tak bersua, membuat aku terdiam dan coba mereka diksi di balik pertanyaan itu, dan menjawab sesuai realitas tanpa tendensi untuk memancing percakapan lebih jauh..” bukan sobat, hanya belum da waktu dan kesempatan aja, ketempatmu sobat”.

Kami, aku, sobat dan Mr S adalah sebuah ikatan , punya selera dan pribadi yang berbeda, bahkan jauh berbeda namun bisa bersatu dalam emosional untuk saling mengunci kedalam lingkaran persahabatan. namun sejak Mr SF, memilih jalan berkeluarga, ikatan persahabatan itu sedikit renggang. 
Mengacu pada kalimat tanya di atas, membuat aku jadi respek melihat sisi gelap sebuah kalimat tanya, bagaimana hubungan silaturahmi harus di kaitkan dengan sebuah perkawinan, mengembang mengarah pada hubungan sosial dalam persahabatan, perkawinan dan percintaan yang dikenal dalam ilmu sosial dengan Teori Pertukaran Sosial yang dikembangkan oleh psikolog John  Thibaut dan Harlod Kelley serta sosiolog George Homans dimana  dalam hubungan sosial terdapat unsur ganjaran, pengorbanan dan keuntungan yang saling mempengaruhi. 
Ganjaran merupakan segala hal yang diperoleh melalui adanya pengorbanan, manakala pengorbanan merupakan semua hal yang di hindarkan, dan keuntungan adalah ganjaran dikurangi oleh pengorbanan. Jadi perilaku sosial terdiri atas petukaran paling sedikit antara dua orang berdasarkan perhitungan untung rugi, berdasarkan  pada mempertahankan hubungan pada kebutuhan akan biaya (cost) tertentu, seperti hilangnya waktu dan energi serta kegiatan kegiatan lain yang tertunda, meskipun biaya tersebut tidak dilihat sebagai sesuatu  mahal atau membebani ketika di pandang dari sudut penghargaan (reward) yang di dapatkan dari hubungan tersebut. sehingga apabila cost tidak sesuai dengan reward maka hubungan itu akan timbul perasaan tidak enak. Analisa mengenai hubungan sosial yang terjadi menurut cost dan reward ini merupakan salah satu ciri khas teori pertukaran.

Secara umum teori ini  menjelaskan bagaimana manusia memandang sebuah hubungan sesuai dengan anggapan diri manusia tersebut terhadap :

  • keseimbangan antara apa yang diberikan kedalam hubungan dan apa yang dikeluarkan dari hubungan itu.
  • Jenis hubungan yang dilakukan.
  • kesempatan memilliki hubungan yang baik dengan orang lain.
Sungguh, hubungan yang di bangun atas dasar untung rugi akan berdampak pada perilaku subjektif yang punya kecenderungan menjauh karena reward semakin kecil.
Jauh bertolak belakang dengan hubungan sosial dalam “Islam-sebagai rujukan kebenaran yang terbaik” dimana hubungan yang baik itu di bangun atas dasar Ilah….HUBUNGAN KARENA ALLAH.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *