Waktu Baca : 2 minutes

Melihat postingan berita film terbaru indonesia di portal CNN Indonesia, penulis merasa sangat gembira karena memuat berita tentang rencana pembuatan film WiroSableng Pendekar Kapak Naga Geni212, dengan tittle ‘212 Warrior’ yang langsung diproduksi oleh rumah produksi Life Like Pictures, bekerjasama dengan Fox Internasional Productions (FIP) divisi dari 20th Century Fox Fim Corporation.

Bicara sosok pendekar satu ini, memori masa sembilanpuluhan kembali muncul, jauh sebelum novel karya Bastian Tito yang ternyata Ayah dari Aktor Vino G Bastian (pemeran Wiro Sableng dalam 212 Warrior The Movie) di adopsi menjadi film serial salah satu TV Swasta.

Memori tentang menemukan filosofi dari angka 212 dan kesakatian Kapak Naga Geni. Ketika Itu Penulis begitu termotivasi selepas pulang SMA  untuk singgah dan melahap bacaan Novel Wiro Sableng dengan sistem bayar perjam di Kios buku di salah satu sudut kota Peunayong, Banda Aceh.

Walaupun aktivitas tidak kontinu dan membaca serial tidak berurut, namun kesan dari karakter Wiro Sableng begitu dalam sebagai sosok pendekar tanpa tanding namun punya sisi humoris dan ‘sableng’. terlebih ketika filosofi angka 212 terungkap.

Filosofi yang sampai saat ini masih terekam, adalah 2 sebagai perbedaan dari penciptaan, sebagai dua hal yang bertolak belakang, seperti langit dan bumi, hitam dan putih, laki laki dan perempuan, sedangkan makna 1 adalah esa sebagai sang pencipta , dan makna anagka 2 yang terakhir adalah dua hal yang sama, seperti sepasang bola mata, du alobang hidung, dua kaki, dua tangan .

Dari sisi karakter dan tokoh dari novel itu sendiri, bagaimana bisa melupakan sosok Eyang Sinto Gendeng, Gurunya Wiro Sableng, kemudian ada pangeran matahari sebagai musuh bebuyutan, Dewa tuak, Raja Penidur, Kakek Segala Tau.

Dari Ilmu kanuragannya  pendekar tanpa tanding ini pun masih segar di ingatan, seperti pukulan kunyuk melempar buah dan pukulan sinar matahari. bahkan hasil googling di wikipedia ternyata Wiro Sableng punya 17 pukulan sakti, 19 jurus, 15 ilmu kesaktian yang diperoleh dari guru gurunyanya, Eyang Sinto Gendeng, Tua Gila, Pendekar Pedang Akhirat, dan beberapa guru lainnya. (id.wikipedia.org/wiki/Wiro_Sableng)

Film layar lebar yang direncanakan selesai tahun 2018, tentu saja diharapkan oleh seluruh fans Wiro Sableng punya nilai lebih dari kualitas cerita maupun pesan moral yang disampaikan, dan semua tanggung jawab itu berada di pundak sang sutradara Angga Dwimas Sasongko. Pihak Produser menjanjikan kejutan dengan hal hal baru seperti filmnya kolosal, lokasi syuting, pemain dan bahasa semuanya Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *