閱讀時間。: 4 分鐘。
Untuk setiap menit amarah yang kamu miliki, kami telah kehilangan enam puluh detik kebahagiaan” – Dr. Seuss

Mencapai Kebahagiaan adalah puncak impian, tetapi seringkali terasa sulit dipahami. Banyak yang terjebak pada pencariannya dan cuma menghasilkan kebahagiaan semu yang tidak kontinu.

Dalam upaya menemukan bentuk kestabilan dari namanya kebahagian, muncullah beberapa hasil penelitian dan riset tentang kebahagian, di antaranya :

1. Sekitar setengah dari tingkat kebahagiaan kita dapat di kontrol

Menurut The How of Happiness oleh peneliti Sonja Lyubomirsky, sekitar 40 persen kebahagiaan kita berada di bawah kendali kita. 60 persen lainnya ditentukan oleh titik set biologis dan peristiwa kehidupan baru-baru ini.

Kita semua dilahirkan dengan temperamen yang berbeda dan, semua yang lain sederajat, memiliki kecenderungan untuk mempertahankan tingkat kebahagiaan tertentu selama hidup kita, tinggi atau rendah.

Beberapa orang memanglahir lebih bahagiadaripada yang lain, pikirkan bayi tersenyum versus bayi rewel. Peristiwa hidup seperti menikah, lulus kuliah, atau mendapat promosi dapat memengaruhi tingkat kebahagiaan kita, tetapi efeknya berkurang seiring waktu dalam proses yang dikenal sebagaiadaptasi hedonis.

Apa yang baru dan menarik kemarin menjadinormalhari ini. 然而。, kita bisa mengurangi kekuatan adaptasi hedonis dengan secara sengaja mempraktikkan sikap dan perilaku baru setiap harinya.

2. Kehidupan yang bahagia berbeda dari kehidupan yang bermakna

Seorang peneliti bernama Roy Baumeister telah membandingkan persepsi orang-orang tentang kebahagiaan versus kebermaknaan.

Ada cukup banyak tumpang tindih antara kedua hal tersebut: Orang yang melihat hidup mereka bermakna akan lebih merasa bahagia, 反之亦然。. Tetapi ada juga perbedaan: Kebahagiaan tampaknya menjadi keadaan yang bersifat sementara sedangkan kebermaknaan lebih bertahan lama.

Kita mengalami kebahagiaan di masa saat ini ketika kebutuhan kita terpenuhi, sementara kebermaknaan melibatkan mengikat bersama masa lalu, sekarang, dan masa depan dengan cara yang masuk akal dan memperkuat atribut positif kita. 例如., memiliki lebih banyak uang mungkin membuat anda sedikit lebih bahagia, tetapi apakah itu membuat hidup anda lebih bermakna tergantung pada bagaimana anda menyikapinya.

3. Hubungan yang berkualitas membuat kita lebih bahagia

Psikiater Universitas Harvard Robert Waldinger melakukan studi multi generasi selama 75 tahun terhadap mahasiswa di Harvard dan orang-orang dari lingkungan termiskin di Boston untuk menentukan penyebab kesehatan dan kebahagiaan.

Dia menemukan bahwa kualitas hubungan sangat terkait dengan kebahagiaan. ,

Faktanya memiliki hanya satu hubungan dengan orang yang stabil dan peduli secara konsisten dapat membuat banyak perbedaan, orang-orang yang kesepian akan kurang merasa bahagia dan memiliki kesehatan yang lebih buruk.

Memiliki banyak kenalan atau menjalin hubungan dengan pasangan yang tidak dapat diandalkan tidak membuat orang lebih bahagia, namun orang-orang dengan ikatan sosial berkualitas tinggi adalah yang paling bahagia.

4. Orang yang bahagia lebih sukses

Penelitian baru menunjukkan bahwa orang yang lebih bahagia lebih produktif di tempat kerja, dan lebih kreatif dan berenergi daripada rekan yang kurang bahagia.

Sebuah studi baru-baru ini oleh para ekonom di University of Warwick menemukan bahwa intervensi di tempat kerja untuk meningkatkan kebahagiaan membuat orang 12 persen lebih produktif. Dalam studi lain, mereka menemukan bahwa karyawan yang tidak bahagia 10 persen lebih tidak produktif.

Peneliti Shawn Achor mengklaim dalam pidatonya TEDx bahwa bukan kesuksesan yang membuat kita bahagia, tetapi kebahagiaan yang membuat kita sukses.

Optimisme adalah peramal kesuksesan terbesar sebagai wirausaha, membantu anda mentoleransi masa-masa sulit dan mempertahankan visi anda, bahkan ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai harapan.

Menurut Achor, “Hanya 25 persen keberhasilan pekerjaan didasarkan pada IQ. Tujuh puluh lima persen adalah tentang bagaimana otak anda memercayai perilaku anda, terhubung dengan orang lain, dan mengelola stres.

Lima jalan kebahagiaan

Para peneliti telah menemukan bahwa mempraktikkan tindakan tertentu, dengan sengaja mencari kondisi pikiran positif, dan meningkatkan kualitas hubungan kita dapat membuat kita lebih bahagia.

Kebahagian dapat dipertahankan tetap dengan konsistensi dari kebiasaan kita dengan dari waktu ke waktu, ada lima jalan kebahagiaan yang dapat anda terapkan dalam kehidupan.

  1. Nikmati pengalaman sehari-hari anda. Berhentilah dari aktivitas sejenak untuk menikmati aroma bunga, memandang burung-burung yang bebeas berterbangan, atau memperhatikan hal-hal kecil lainnya.
  2. Terlibat dalam kegiatan relawan yang bermakna. Penelitian menunjukkan bahwa memberi kepada orang lain dapat membuat pemberi dan penerima merasa lebih bahagia (dan melihat orang yang kurang beruntung dapat membuat anda lebih bersyukur atas apa yang anda miliki).
  3. Temukan sudut pandang yang lebih optimis. Apakah ada cara untuk melihat hidup anda dengan lebih banyak harapan atau penghargaan? Bisakah anda fokus pada kekuatan dan prestasi anda daripada menyesali kegagalan anda.
  4. Berlatihlah untuk bersyukur. Penelitian menunjukkan bahwa menulis buku harian ucapan terima kasih harian atau mingguan atau menulis surat penghargaan dapat meningkatkan suasana hati dan kesehatan anda.
  5. Berdoa. Proses beribadah dapat mengubah area otak yang terkait dengan mengelola stres dan mengatur suasana hati. Ibadah jangka panjang lebih mampu menemukan dan mempertahankan kondisi positif seperti suka dan duka. Studi oleh Richard Davidson dan rekan menemukan bahwa ibadah juga telah meningkatkan aktivitas otak di bidang yang berhubungan dengan kebahagiaan.

 

Leave a reply