Analisis Pertandingan Persada Vs Peusangan Raya.

Soeratin Cup U 17 Aceh 2019.
0
38
Leestyd: 4 minute

 

Persada is die enigste Suidwes-Aceh-span wat in Soeratin Aceh 17 speel, speel die première teen Peusangan Raya.

Die wedstryd is in die Lhong Raya Stadium Synthetic Field gehou, Banda Aceh.

Minder as een maand van voorbereiding, Persada het selfvertroue aan hierdie tienerliga-kompetisie deelgeneem.

Direk opgevoed deur Anwar met die assistent Coach Rahmat Fitra, Persada se groep het verskeie drieë en vriendskaplike wedstryde ondergaan. Volgens die belydenis van die hoofafrigter, daar is 'n paar tegniese dinge wat aangespreek moet word, wat verband hou met die deklaag van spelers in aanvallende en verdedigende posisies, Spelers wat deur Abdya gekies is, kan nie aansienlike verbetering toon nie, die enigste oplossing is om bykomende spelers te vind wie se gehalte bo die plaaslike materiaal is.

Soeratien U17 Aceh 2019, net gevolg 3 Tim, naamlik Persada Abdya, PSAB Aceh Besar, en Peusangan Raya FC Biruen.

Die eerste wedstryd van die titeldatum 29 Desember, en Persada moet die meerderwaardigheid van Peusangan Raya erken. Persada het sleg verloor met die eindtelling 0-5.

Die publiek van Suidwes-Aceh het anders gereageer, dari yang tetap memberi semangat, mempertanyakan ada apa, malah ada beberapa status di medsos lebih cenderung bernada mengejek terkait penggunaan pemain luar.

Terlepas dari apapun motif publik, kita tidak akan membahas isu dan pendapat yang terlihat berani di ranah media sosial karena jauh sebelum Soeratin di Gelar, Persada sendiri telah mengundang seluruh elemen sepakbola di acara diskusi publiksinergitas menuju persada lebih baik”.

Tulisan ini hanya mencoba menganalisis pertandingan Persada vs peusangan raya.

Speel met formasies 3-5-2, Die hoofafrigter, Anwar, bied 'n strategie om die middelveld te oorheers, Sy besering is 'n kenmerkende middelveldspeler , Aris moet in die vroeë minute vervang word deur Nailan as plaasvervanger wat tipies meer verdedigend speel. Helga het die spel verloor, en baie balle verloor. Dawn More Active om die bal op en af ​​te tweegeveg, Meer waarde word aan Zafin gegee, Yudha en Jelmi is in staat om aanvalle te verminder na Peusangan-aanvalle.

Die sentrale veld word heeltemal oorheers deur die son, bola begitu mudah berpindah dari kiri ke kanan dan mengirim umpan lambung dan terobosan dalam membangun serangan.

Penguasaan bola yang bagus dari Peusangan berhasil menusuk ke kotak terlarang dan terpaksa dijatuhkan dan berbuah pinalti. 1-0 untuk Peusangan Raya

Daniel yang bermain di Sisi kanan dan Suwardi di sisi kanan, juga kewalahan dalam bermain, Pergerakan tanpa bola mereka minim, kalah dalam perebutan bola, membuat serangan Persada nihil, Riyan dan Dedek di lini depan nyaris tidak mendapat umpan matang.

Di menit ke 25, lagi lagi Peusangan mendapat kesempatan emas, saat Andika kiper terlambat keluar dari mulut gawang dalam mengantisipasi bola, pemain peusangan memenangkan duel dan memamfaatkan penuh bola dengan pasing yang akurat, menjebol gawang persada ke dua kalinya tanpa ada halangan.

Kakunya permainan Skuad persada, bisa disebabkan oleh jam terbang yang kurang, yang menyebabkan mental terpukul, kemudian kurangnya adaptasi bermain dilapangan rumput sintetis, selebihnya pemain mengkomplain bola terlalu keras, maar die wedstrydbeampte het gesê die bal is op standaard.
(Pennotas : tydens gemonitor opleiding, Die skrywer beskou as deel van die amptelike Soeratin Persada of die bal hard is gebaseer op handmatige druk, meet nie die luglugdruk volgens standaarde nie 0,6-1 atmosfeer (OTM) of 8-12 pond oorhaal inci (psi), waar as die bal met 'n hoogte van een meter laat val word, hy spring terug 60 cm).

Tweede rondte, Helga is uitgetrek en deur Reza vervang, sigbare formasie gespeel verander na 4-3-3, as 'n strategie om 'n tekort na te streef 2 doel.

Vroeg in die tweede helfte, sommige spelers het dapper begin hou met die bal en bouaanvalle, hardloopbal vloei, loop kruis aas, Suwardi se goue oomblik van die regterkant af om die bal te skiet, kan nog deur die doelhok gedemp word.

Terwyl Andika, Persada-doelskieter moet deur Ridha vervang word, na 'n fisieke botsing met die aanvaller Peusangan en kon die wedstryd nie voortsit nie.

Baie energie wat in die eerste ronde gedreineer is, het die kwaliteit van die spel ook vinnig laat afneem, Unggul penguasaan bola di awal babak kedua dengan beberapa peluang tercipta, 15 menit terakhir, pemain satu persatu tumbang dan harus mendapat perawatan medis, Dedek dan Daniel dalam kondisi tidak ada lagi pergantian dan mau tak mau harus bermain sekedar menjaga posisi.

Ketiga gol tercipta di babak kedua semuanya terjadi dari ruang yang terbuka untuk shooting dari luar kotak pinalti. Akurasi tendangan dari Pemain depan Peusangan harus mendapat jempol.

Dari sisi pelanggaran, Wasit yang memimpin pertandingan hanya mengeluarkan kartu kuning 2 lembar untuk pemain Peusangan dan 1 kartu kuning untuk Persada.

(Denda satu Kartu kuning di event resmi sebesar Rp.500.000 dan Kartu Merah sebesar Rp. 1.500.000)

Coach Akhyar Ilyas yang menyaksikan babak kedua menyampaikan secara pribadi, Pemain Peusangan Raya jam terbang mereka lebih tinggi, dari usia 12 Tahun mereka sering mewakili Aceh ke Level Nasional, dan disini jelas kita bisa melihat ada kesenjangan pembinaan sepakbola bagian timur utara dan barat selatan Aceh.

Seperti pernah disampaikannya dalam Diskusi Publik, Sepakbola Aceh Barat Daya akan berkembang saat pembinaan SSB yang telah dimulai juga di ikuti dengan menggelar Kompetesi rutin.

Terkait Substansi Pembinaan, banyak pertanyaan Anak Anak Abdya apa kurang hebat, apa yg kurang berkualitas ?, namun kita lupa Sisi mental dan pembanding dengan tim yang berkelas, dan juga lupa kalo pelatih punya ilmu yang bagus maka atlitnya juga bagus.

Dan terkait kompetisi, saat anggaran Persada tidak mencukupi untuk itu maka
Harus ada Pihak ketiga yang bersedia dan mau menjadi Operator kompetisi kelompok umur 15, 17 en 19.

Ada yang Berani ? Mari kita duduk dan diskusikan regulasi, disini kita kan bahas Substansi bukan pembenaran persepsi.

Jadi jangan hanya bisa bicara menyibukkan diri buat status yang ujung ujungnya melecehkan keputusan Ofisial persada, karena sebelumnya, semua punya alasan, kepentingan, saran dan kritik telah di timbang.

Leave a reply

Artikel Lainnya